WaliKota Surabaya, Tri Rismaharini berencana mengadakan pelatihan underwater welding atau las bawah air untuk warga Surabaya.
Sebanyak16 warga Kepulauan Seribu mengikuti pelatihan Las Bawah Air yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi (Disnakertrans..[Selengkapnya] Kepulauan Seribu, mengadakan pelatihan budidaya perikanan di dua lokasi. Kepala S..[Selengkapnya] Sudin KPKP Kepulauan Seribu Distribusikan Bantuan .. Kesejahteraan Masyarakat.
Berikut10 Hal menarik mengenai tukang las bawah air yang jarang diketahui orang. 1. Pengelasan bawah air dibayar tinggi . Ya, tukang las bawah air memang dibayar tinggi dan dibayar per jam. Pelatihan khusus diperlukan untuk menjadi tukang las bawah laut . Untuk bekerja pada bidang ini, mereka tidak hanya dilatih dalam pengelasan tetapi
Kedepan BLK yang memiliki program berbasis Maritim, juga akan dikembangkan kejuruan Pengelasan Bawah Air, ini. "BLK Belitung mempunyai visi sebagai pusat pengembangan program-program Ketenaga kerjaan dengan meng-implementasikan sistem pelatihan modern yng berwawasan lingkungan," ungkap Menaker Ida Fauziyah, saat berkunjung ke BLK Belitung
Pengelasanbawah laut menjadi salah satu bidang dengan risiko pekerjaan yang besar. Penerapan teknologi imersif, virtual reality, menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pelatihan Oleh Adi Tara
MenurutBiro Statistik Tenaga Kerja yang dilansir dari situs commercialdivingacademy.com, penyelam komersial dan tukang las bawah air memiliki upah rata-rata per jam 26,32 dolar AS (sekitar Rp 370 ribu) sedangkan upah tahunan rata-rata sekitar 54.750 dolar AS (sekitar Rp 771 juta atau Rp 64.250.000 per bulan).
J3zotv. Sertifikasi Teknik Las Bawah Air BNSPDEVELOP Training Center menyelenggarakan Workshop&Certification Teknik Las Bawah Air yang bertujuan untuk melatih, menguji&mensertifikasi tenaga ahli dengan cakupan kerja terkait Teknik Las Bawah Air Program sertifikasi ini didahului dengan pembekalan materi sesuai dengan bidang sertifikasi agar peserta sertifikasi lebih siap dalam ujian sertifikasi Pelatihan dilaksanakan melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif di dalam kelas. Peserta pelatihan diajak untuk sepenuhnya aktif dalam memahami materi yang disampaikan oleh instruktur. Sejalan dengan teori yang disampaikan,sebanyak mungkin akan diberikan contoh-contoh studi kasus yang relevan dengan kondisi yang ada diindustri. Dalam hal ini peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan mendiskusikan topik-topik yang dibahas. Materi Training dirancang khusus oleh para praktisi dan tenaga ahli yang kompeten serta telah berpengalaman sesuai dengan experience dan solid knowledge mereka. Anda akan mendapat sharing ilmu langsung dari para praktisi yang berpengalaman bertahun-tahun. Selama training, instruktur kami akan menggunakan kombinasi teori serta praktek langsung dengan studi kasus telah dipersiapkan yang menyerupai Proyek nyata. Request for Brochure Course Schedule&Price
Editor Darul Fatah Jumat 16-09-2022,2204 WIB Pelatihan las di dalam air. ist- JAKARTA, - Sebanyak 14 warga Kepulauan Seribu mengikuti pelatihan las bawah air underwater di Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las PPKKPL Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. Kegiatan itu dimulai 22 Agustus-22 September 2022. Selama pelatihan, peserta dibekali materi yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia SKKNI. BACA JUGAAntisipasi Penyebaran Covid-19, Wisatawan Dari Pulau Seribu di Tes Antigen Secara Acak Peserta juga mendapat materi praktik menyelam selama 8 hari. Kemudian, peserta dilatih mengelas di bawah air selama 20 hari. Kepala PPKKPL Condet Ulin Nuha mengatakan, pelatihan las bawah air bagi warga Kepulauan Seribu ini baru pertama kali diadakan. Tahun ini, PPKKPL menjaring 30 warga Kepulauan Seribu untuk mengikuti pelatihan yang terbagi menjadi dua angkatan. BACA JUGANyebrang ke Pulau Seribu, FIKOM UMB Gelar Workshop “18 Juli sampai 20 Agustus 2022 juga ada 16 warga Kepulauan Seribu yang mengikuti pelatihan dan sudah selesai. Mayoritas pencari kerja dan kategori usia angkatan kerja. Sehingga diharapkan dengan pelatihan ini mereka memiliki keterampilan khusus sebagai bekal mereka kerja setelah mengikuti pelatihan,” ujar Ulin, Jumat 16/9/2022. Ulin menilai, sumber daya manusia SDM yang mahir las di bawah air sangat sedikit jumlahnya. Sehingga peluang kerjanya cukup besar dan upahnya juga tentu di atas rata-rata. BACA JUGAAda Potensi Migas di Sekitar Pulau Seribu DAPATKAN UPDATE BERITA FIN LAINNYA DI Sumber
access_time Selasa, 19 Juli 2022 1304 WIB remove_red_eye 662 person Reporter Nurito person Editor Budhy Tristanto Sebanyak 16 peserta mengikuti pelatihan kerja las bawah air di Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las PPKPL Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa 19/. SDM yang mahir las di bawah air sangat sedikit Kegiatan dibuka Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Disnakertransgi DKI Jakarta, Andri Yansyah dan dihadiri anggota DPRD DKI, Taufik Azhar, Nur Afni Sajim, Muhammad Idris, serta Bupati Kepulauan Seribu, Junaedi. Menurut Andri Yansyah, pelatihan las di bawah air ini sangat dibutuhkan. Sehingga tingkat penyerapannya hampir 100 persen, bahkan kebutuhannya lebih dari Darah di PPKPI Pasar Rebo Diikuti 200 Peserta"SDM yang mahir las di bawah air sangat sedikit jumlahnya, sehingga peluang kerjanya cukup banyak dan upahnya juga tentu di atas rata-rata," kata Andri Yansyah Kepala PPKPL Condet, Ulin Nuha menambahkan, 16 peserta ini seluruhnya warga Kepulauan Seribu yang merupakan kelas khusus. Sebelumnya juga ada 16 peserta pelatihan kelas reguler dan sudah selesai. Mereka 14 orang dari Jakarta Timur dan dua orang lainnya dari Pulau Seribu. "Pelatihan digelar selama 28 hari kerja dari 19 Juli hingga 20 Agustus mendatang," ucap pelatihan, peserta mendapat materi dan praktik menyelam selama delapan hari. Kemudian dilatih mengelas di bawah air selama 20 pelatihan, jelas Ulin, seluruh peserta mendapatkan sertifikat kompetensi dan akan difasilitasi bekerja di perusahaan kilang minyak yang ada di Kepulauan Serbu atau ke Balongan Indramayu, Jawa Barat. "Ini tak lepas dari upaya dan dukungan dari anggota dewan," Komisi B DPRD DKI, Nur Afni Sajim menuturkan, pihaknya sangat mendukung pelatihan seperti ini, karena memang jenis pelatihannya agak spesial dan pembiayaannya cukup besar. Selain itu alat-alatnya juga mahal."Mudah-mudahan kegiatan pelatihan ini bisa membuat peserta memiliki skill. Kemudian mereka bisa bekerja dan mampu bersaing dengan pekerja asing," ungkap memungkinkan, harap Nur, lokasi pelatihan las di bawah air ini bukan hanya ada di Condet namun juga di Kepulauan Seribu atau tempat lainnya.
itu memang kompetensi khususJakarta ANTARA - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu menyatakan sudah mempunyai 30 teknisi di bidang pengelasan bawah air sesuai harapan dan keinginan Presiden Joko Widodo. Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi Kepulauan Seribu Hermawan menjelaskan 30 orang tersebut mengikuti pelatihan las bawah air di Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las PPKKPL atau Balai Latihan Kerja BLK Condet, Kramat Jati, Jakarta Timur. "Yang telah mengikuti pelatihan sebanyak 30 orang untuk data peserta, ada di PPKKPPL Condet 14 orang mulai 22 Agustus hingga 22 September 2022 dan 16 orang mulai 18 Juli hingga 21 Agustus," ucap Hermawan saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat. Teknisi las dari Kepulauan Seribu awalnya memang merupakan pencari kerja dan pemuda yang masuk kategori usia angkatan kerja. Selama pelatihan, peserta dibekali materi yang mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia SKKNI. Peserta juga mendapat materi praktik menyelam selama delapan hari, kemudian dilatih mengelas di bawah air selama 20 hari. Para peserta yang lulus mengikuti pelatihan akan mendapat dua sertifikat, yakni sertifikat pelatihan PPKKPL dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi BNSP. Ke depan, Hermawan berharap pihaknya lebih banyak kesempatan mengikutsertakan para pekerja di wilayah Kepulauan Seribu mengikuti pelatihan pada sektor ini, agar mampu menjawab permintaan khusus yang disampaikan Presiden Joko Widodo agar Indonesia segera menambah tenaga terampil pengelasan bawah air yang saat ini jumlahnya masih kurang banyak. Apalagi di wilayah Kepulauan Seribu sendiri, ada banyak perusahaan yang bergerak di bidang pengeboran. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo Jokowi meminta Kementerian Ketenagakerjaan Kemenaker menggenjot keluaran output tenaga kerja las bawah laut berkualitas melalui pelatihan kerja. "Yang sering kita kurang adalah keterampilan mengelas di bawah laut," kata Jokowi saat melepas PMI G to G Korea Selatan di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin 17/10. Jokowi mengenang waktu menjadi Wali Kota Surakarta, dia hanya berhasil menyiapkan keluaran 30 orang pekerja las bawah laut per tahun melalui pelatihan kerja yang digelar di Surakarta. "Saya waktu Wali Kota Solo menyiapkan Clinic Center-nya, setiap tahun hanya bisa keluar 30 orang. Padahal ini permintaan saja hingga per tahun," kata Jokowi. Jokowi mengatakan permintaan sebesar itu seharusnya diambil oleh para pekerja Indonesia. Apalagi gaji tenaga kerja las bawah laut cukup tinggi, mencapai Rp36 juta. "Ini tugas sekali lagi mungkin untuk Kemenaker menyiapkan betul-betul pekerja, menyediakan para pekerja dengan keterampilan tinggi ini harus disiapkan," kata Jokowi. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah pada kesempatan yang sama turut merespons permintaan presiden dengan mengarahkan Balai Latihan Kerja BLK untuk memberikan pelatihan lebih banyak kepada tenaga pengelasan bawah air. "Karena itu memang kompetensi khusus ya. Kalau kompetensi welder atau las pada umumnya itu kami ada di hampir semua BLK, tapi khusus untuk las di bawah laut, ada sebagian seperti kami siapkan di BLK Bangka Belitung," kata Ida. Ida mengatakan untuk merespons permintaan Presiden Joko Widodo, pihaknya akan menambah lebih banyak kesempatan bagi pekerja dan angkatan kerja di Indonesia mengikuti pelatihan las bawah air ini. "Kalau dari kami, pelatihan itu tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di luar negeri, tapi kebutuhan pekerja di dalam negeri juga kami siapkan," tutup Menteri Ketenagakerjaan RI. Baca juga Kepulauan Seribu ajak pemuda memajukan daerah Baca juga Pemkab Seribu libatkan digital nomad bekerja di Untung Jawa dan Onrust Baca juga PMI Kepulauan Seribu bantu warga korban kebakaran di Pulau LancangPewarta Abdu FaisalEditor Ganet Dirgantara COPYRIGHT © ANTARA 2022
Kepala Disnakertrans dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah. JAKARTA - Sebanyak 16 warga Kabupaten Kepulauan Seribu mengikuti pelatihan las bawah air yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi Disnakertrans dan Energi Provinsi DKI Jakarta di Gedung Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las PPKKPL, Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa 20/7/2022. Kepala Disnakertrans dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengatakan, pelatihan las bawah air itu dilakukan mulai 18 Juli hingga 21 Agustus 2022. Para peserta mendapat materi praktik pengelasan dan teori penyelaman serta praktik langsung di kolam renang Rindam Jaya. "Diharapkan melalui pelatihan ini mudah-mudahan warga yang telah mengikuti, bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih layak di kemudian hari," ujar Andri di Jakarta, Selasa. Baca Warganet Tuntut Dishub Kota Bekasi dan Pengembang Dijerat Hukum Imbas Kecelakaan Maut Andri menjelaskan, tujuan pelatihan itu untuk meningkatkan keterampilan warga DKI Jakarta khususnya di bidang pengelasan. Hal itu mengingat keahlian bidang pengelasan merupakan bidang yang banyak dibutuhkan pada lapangan pekerjaan. Bupati Kepulauan Seribu Junaedi berharap setelah pelatihan, para peserta dapat memberikan kemampuannya pada pengeboran minyak lepas pantai yang dikelola badan usaha milik negara BUMN, yaitu PT Pertamina Persero. Keahlian ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk melamar pekerjaan di pemerintahan maupun swasta. "Saya yakin banyak yang membutuhkan tenaga las bawah air terutama di Kepulauan Seribu, yang potensinya adalah lautan, salah satunya pengeboran minyak lepas pantai yang dikelola oleh Pertamina," kata Junaedi. Anggota DPRD DKI Jakarta, Muhammad Idris mengatakan, ke depan, Pemprov DKI perlu lebih banyak lagi menggelar pelatihan bagi masyarakat Kepulauan Seribu. Sehingga mereka tidak sulit untuk mendapat pekerjaan. BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini
pelatihan las bawah air