Filmkarya sutradara Michael Mann ini sebenarnya merupakan film remake dari "L.A. Takedown" yang juga digarap oleh Michael Mann sendiri. Film "Heat" bercerita tentang pertarungan antara perampok dan polisi. Neil McCauley (Robert De Niro) adalah pemimpin tim perampok yang sangat profesional dan selalu memburu barang bernominal tinggi.
Danorang-orang yang kafir berkata: Kami tidak akan beriman sama sekali kepada Al-Quran ini dan tidak juga kepada Kitab-kitab ugama yang terdahulu da r ipada n ya ". Dan (sungguh ngeri) kalau engkau melihat ketika orang-orang yang zalim itu dibawa berdiri di hadapan Tuhan mereka (untuk dihisab), masing-masing tuduh menuduh antara satu dengan
ketua PLO ketiga) Gelas atau wadah air minum yang memiliki gagang, berukuran lebih besar dari pada cangkir Sejenis lembu di Pegunungan Himalaya, panjang tubuh lebih dari tiga meter (Bos grunniens) Salah satu minuman es khas Indonesia yang ada hijau-hijaunya Unggul; ulung Sakit (Ing) Sejenis kucing besar yang sangat cepat Tidak banyak daunnya; gundul Himpunan titik-titik yang selisih jaraknya tetap konstan Keadaan atau situasi yang bertentangan dengan yang diharapkan Perkataan untuk menegur
Nah itu adalah 50 pertanyaan untuk remaja jaman sekarang yang bisa kamu ajukan kepada mereka dalam upaya persuasif mengenal dunia dan memahami pribadi mereka. Jika kamu berprofesi sebagai pendidik seperti seorang guru pada sekolah SMP atau SMA, maka penguasaanmu akan pertanyaan-pertanyaan seperti ini sangat dibutuhkan.
Tuliskanbeberapa hal yang kamu takuti karena pembatasan ini: Kamu mungkin merasa TAKUT. Membantu terasa luar biasa! Lakukanlah bagi orang lain apa yang kalian ingin supaya dilakukan orang lain bagi kalian. Matius 7:12 • Telepon teman atau bicara dengan keluargamu tentang sesuatu yang mereka sukai, seperti olah raga atau musik.
Dongengadalah cerita pendek tentang petualangan khayal dengan situasi dan tokoh-tokoh yang luar biasa dan gaib. Menurut Agus Triyanto 2007: 46. Agus Triyanto menuliskan bahwa dongeng ialah suatu cerita fantasi sederhana yang tidak benar-benar terjadi yang berfungsi untuk menyampaikan suatu ajaran moral (mendidik) dan juga menghibur.
4wK71. Meski sering dikatakan bahwa manusia tidak perlu takut, namun ada banyak hal dalam DNA kita yang mendikte apa yang kita takuti. Mengapa hal-hal tertentu menakutkan? Beberapa hal yang menakutkan itu karena membawa kita ke ingatan negatif, sementara yang lain menakutkan karena respon fisik bahwa hal itu berbahaya bagi tubuh kita, sementara lainnya lagi beberapa fobia yang benar-benar aneh. Ada banyak hal yang secara alamiah menakutkan bagi manusia dan itu untuk alasan yang bagus. Ketakutan adalah komponen penting untuk kelangsungan hidup sehari-hari, yang berakar dari nenek moyang kita. Namun sebagian ketakutan berubah menjadi fobia. Tidak dapat disangkal ada beberapa hal yang menakutkan secara universal. Beberapa ilmuwan mengemukakan bahwa ketakutan diturunkan melalui DNA, yang berarti ada beberapa hal yang biasa kita takuti seperti berikut, dikutip dari 1. Ketinggian Rasa takut akan ketinggian dipicu saat telinga bagian dalammu merasakan gravitasi yang berlebihan dan memberitahu nalurimu tentang hal itu, mengingatkan jarak yang ada antara tubuhmu dengan tanah. Dikatakan jika jaraknya melebihi 30 kaki, tubuhmu memasuki mode panik saat mata mengirim sinyal visual ke otak. 2. Berbicara di depan umum Berbicara di depan umum bukan hanya ketakutan anak sekolah, ini adalah ketakutan yang dirasakan secara universal. Bahkan orang yang tak takut bicara di depan umum mendapat gejala yang berkait dengan rasa takut seperti sakit perut, berkeringat, sulit tidur di malam sebelumnya. 3. Ular Pada dasarnya kita takut pada ular karena mereka hewan yang berbisa yang mematikan. Sebuah penelitian pada tahun 2011 menunjukan bahwa anak-anak dapat menemukan ular lebih cepat daripada bunga. Kemampuan ini menandakan rasa takut dalam saraf kita. 4. Terbang Rasa takut terbang adalah kombinasi dari beberapa rasa takut yang dimiliki banyak orang seperti takut ketinggian. Sementara beberapa orang takut terbang setelah mengalami penerbangan yang sangat buruk. 5. Lubang Ketakutan akan lubang atau juga dikenal dengan trypofobia sebenarnya berasal dari respon biologis. Ini adalah ketakutan akan kerumunan lubang dan pengidap sering melaporkan adanya serangan panik atau merasa gatal setelah melihat sekelompok lekukan seperti itu. 6. Kontak Mata Sorot atau emosi pada mata dapat mempengaruhi orang yang melihatnya. Jika seseorang mengawasi kita dengan sorot mata negatif, otak kita dapat terpicu menimbulkan rasa cemas atau takut. 7. Laba-laba Ketakutan akan laba-laba sudah ada dalam DNA sejak zaman nenek moyang. Laba-laba menimbulkan ancaman yang lebih besar pada zaman manusia kuno. Bahkan gigitan yang tidak berbisa pun bisa mematikan. 8. Ruang sempit Dikenal dengan klaustrofobia, beberapa ilmuwan percaya bahwa takut dan menghindari ruang sempit adalah mekanisme bertahan hidup yang naluriah. Menghindar dari ruang sempit dapat dianggap menghindar dari lokasi atau kondisi yang dapat mengancam. 9. Gerakan, suara, atau kejutan tiba-tiba Manusia memiliki reaksi fisik terhadap gerakan, suara, atau kejutan tiba-tiba. Saat sesuatu terjadi secara mengejutkan, tubuh kita juga akan memberikan reaksi pertahanan. Itu reaksi kimia dimana adrenalin membanjiri otak dan tubuh anda. Sebagian orang menyukai perasaan ini, itu sebabnya wahana rumah hantu menjadi populer, dan sebagian tidak. 10. Tikus Periset menduga tikus mulai ditakuti saat kita mulai berkumpul membentuk komunitas besar. Makhluk ini sering membawa penyakit dan mencemari sumber makanan. Di abad pertengahan, tikus yang membawa kutu penyakit ke berbagai belahan dunia, menyebabkan jutaan orang meninggal. 11. Gelap Banyak anak-anak bahkan orang dewasa takut akan kegelapan. Sebelum anak-anak diajari bahwa hal-hal buruk bisa terjadi di malam hari, mereka dengan sendirinya takut lebih dulu dengan kegelapan. Mengapa? Karena manusia dulu paling sering diburu pada malam hari. Diketahui bahwa predator suka berburu saat malam dan memanfaatkan kegelapan. 12. Darah Banyak orang takut darah dan sebagian tidak tapi mual saat melihatnya. Darah diidentikan dengan luka. Saat seseorang melihat darah, itu mempengaruhi otak seolah-olah kita yang mengalaminya berdarah. 13. Kematian Hampir semua orang memiliki ketakutan akan ini, kematian. Secara naluriah alasan kita takut kematian adalah keinginan untuk hidup dan bertahan untuk tetap hidup. Jadi banyak ketakutan kita yang merupakan bagian dari ketakutan terhadap kematian, seperti takut binatang buas, orang jahat, atau takut akan tempat berbahaya.
Berikut adalah beberapa hal yang biasanya ditakuti oleh manusiaReptilLaba-labaKetinggianDarahRuang dan takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang merupakan respons mahkluk hidup dalam konteks ini, manusia terhadap stimulus tertentu. Rasa takut dapat dipicu oleh berbagai hal, mulai dari kewajaran, ketidakbiasaan, hingga trauma dan pengalaman merupakan sebutan bagi rasa takut yang melewati batas wajar irasional. Rasa takut phobia berlebihan dan tidak dapat dikontrol oleh penderitanya, hingga dapat menyebabkan penderitanya mengalami kepanikan, gemetar berlebihan, sesak nafas, dan berbagai masalah medis adalah beberapa jenis phobia yang umum ditemui dalam masyarakatMysophobia, yaitu ketakutan terhadap kuman dan yaitu ketakutan terhadap yaitu ketakutan terhadap ruangan tertutup sempit.Thanatophobia, yaitu ketakutan terhadap yaitu ketakutan terhadap yaitu ketakutan terhadap penerbangan terbang.Trypanophobia, yaitu ketakutan terhadap yaitu ketakutan terhadap guntur dan phobia perlu didiagnosis oleh ahli psikis. Untuk mengobatinya, penderita biasanya diberikan obat-obatan seperti antidepresan dan benzodiazepines untuk dikonsumsi sesuai dengan resep lebih lanjutMateri tentang rasa takut tentang trypophobia tentang phobia jawabanKelas -Mapel -Bab Pengetahuan UmumKode -AyoBelajar SPJ2
- Rasa takut terhadap sesuatu biasanya dipicu oleh sejumlah faktor, misalnya trauma, pengalaman buruk di masa lalu, hingga laman Very Well Mind, ketakutan adalah emosi manusia yang alami, kuat, dan primitif. Ini melibatkan respons biokimia universal serta respons emosional individu yang tinggi. Ketakutan mengingatkan kita akan adanya bahaya atau ancaman bahaya, baik bahaya itu bersifat fisik maupun ketakutan berasal dari ancaman nyata, tetapi juga bisa berasal dari bahaya yang dibayangkan. Rasa takut juga bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi kesehatan mental termasuk gangguan panik, gangguan kecemasan sosial, fobia, dan gangguan stres pascatrauma PTSD.Ketakutan yang dialami seseorang, bisa menghambat berbagai aktivitas dalam kesehariannya, termasuk kesuksesan. Menurut Bussines Insider ketakutan seringkali menahan seseorang untuk memiliki kemajuan dalam hidup. Berikut ini 7 jenis ketakutan yang bisa menghambat kesuksesan seseorang. 1. Takut menerima kritikan Banyak orang yang tidak percaya diri dengan keputusan yang dimilikinya, maka biasanya orang-orang ini cenderung takut akan penilaian orang lain terhadap jalan hidup yang diambil olehnya. Apalagi terkadang, kritikan tersebut datang dari orang-orang terdekat bahkan keluarga. Namun sebaiknya, pikirkan apa yang akan dikatakan orang-orang yang selama ini menilai jika Anda sudah mencapai kesuksesan tersebut. 2. Takut mencoba hal baruKetakutan ini biasanya membuat seseorang tidak berkembang, dan tidak menemukan siapa dirinya dan potensi yang sebenarnya ada di dalam dirinya. 3. Takut menjadi tuaSeringkali seseorang terjebak dalam ketakutan pada angka usia yang dimilikinya. Pada saat datang kesempatan untuk mengembangkan karir, justru yang dipertimbangkan olehnya adalah usia. Padahal ada hal yang lebih penting dari pada usia, yakni keyakinan pada diri sendiri. 4. Takut gagalKetakutan ini biasanya membuat seseorang tidak memiliki kemajuan. Seseorang yang takut gagal, justru tidak mengetahui cara terbaik yang dipakai untuk menggapai kesuksesan. Maka sebetulnya, hal terbaik adalah mencobanya terlebih dahulu. 5. Takut menyinggung orang lainKetakutan ini adalah ketika seseorang tidak berani untuk mulai menunjukkan kemampuannya. Biasanya seseorang yang memiliki ketakutan ini, justru takut dinilai sombong. Padahal, jika seseorang tidak menunjukkan kemampuannya tidak ada yang dapat memahami kemampuannya dengan baik. 6. Takut terlihat bodohHal yang perlu dilakukan adalah mengenal diri sendiri, dan percaya diri terhadap apa yang dilakukan. Seseorang seharusnya menetapkan apa yang ingin dia pakai dan jalankan sehingga hal yang dilakukannya dapat terus terarah. 7. Takut suksesKesempatan untuk sukses sebenarnya selalu tersedia, namun terkadang terdapat ketidakyakinan dalam diri yang membuat seseorang tidak siap untuk menerima kesuksesan tersebut. Alih-alih karena adanya pola pikir bahwa sukses adalah hal yang tidak mungkin untuk didapatkan. Seperti yang dilaporkan dari laman resmi Success, seseorang perlu memberi kesempatan dan ruang untuk memikirkan keputusan terburuk , apabila nantinya keputusan itu terjadi yakinkan pada diri Anda bahwa hal itu tidak apa-apa. Baca juga Apa Itu Ommetaphobia atau Rasa Takut Terhadap Mata? Mengenal Agoraphobia, Ketakutan pada Situasi atau Tempat Tertentu - Kesehatan Kontributor Ega KrisnawatiPenulis Ega KrisnawatiEditor Yandri Daniel Damaledo
Apakah kehidupan kamu sudah bahagia? Sudah tentram? Saya pastikan jawabannya ialah tidak semua orang dapat menjalani hidupnya dengan selalu bahagia. Betul? Tentu saja setiap orang terkadang dilanda perasaan cemas, gelisah bahkan takut berlebihan untuk menghadapi sesuatu yang akan terjadi. Nah, dari ketiga hal tersebut yang paling parah ialah takut untuk menghadapi sesuatu yang akan terjadi. Tidak semua orang dapat mengendalikan rasa takut yang mengikutinya. Memang sih, perasaan takut ialah perasaan yang wajar. Akan tetapi, bukan hal yang wajar jika sesuatu yang ditakuti tidak pantas untuk ditakuti. Hal itu akan memicu timbulnya perasaan negatif yang selalu berada difikirannya dan akan selalu menimbulkan kekhawatiran. Ketakutan yang amat parah seperti hal tersebut dapat disebut dengan fobia atau dalam bahasa inggrisnya ialah phobia. Lalu apa sih efek buruk dari fobia itu sendiri? Iya, dampak buruk dari fobia pada orang yang mengalaminya ialah yang pertama, dapat menghilangkan kedamaian hidup. Tidak percaya? Tentu saja ketakutan yang berlebihan akan mengakibatkan damainya hidupmu berkurang, yang ada malah kekhawatiran yang terus malanda. Sehingga, kamu kurang bisa menikmati hidup. Kedua, fobia dapat menimbulkan penyakit. Semakin kamu memiliki rasa ketakutan yang amat tinggi, otomatis hal itu akann selalu mengganggu fikiran atau otak kamu. Jadi, semua aktifitas yang kamu lakukan akan terganggu dan mengakibatkan munculnya suatu penyakit. Betapa meruginya jika ketakutan seperti itu tidak dapat dibendung. Yuk, mulai sekarang atasi semua ketakutan yang ada pada diri kamu. Berikut ini terdapat sedikit paparan usaha untuk menyembuhkan fobia yang bisa kamu coba. 1. Percaya Pada Diri SendiriRasa takut memang suatu haal yang wajar dan hampir semua orang juga mengalami perasaan seperti itu. Akan tetapi, jika takut yang kamu alami terlalu berlebihan akan menimbulkan dampak tak baik untukmu. Untuk itu, kamu harus ada usaha dan niat untuk menghilangkan rasa takut yang terus menghantuimu. Yaa, setidaknya dengan cara optimis bahwa fobiamu akan segera sembuh. Kalau kamu masih belum bisa percaya diri dalam menghadapinya, hal itu akan menjadi beban pikiran dan akan mengganggu keseharian kamu. Fobia merupakan penyakit yang dapat disembuhakan. Jangan takut, Optimislah! Aku percaya, ketakutan ini akan segera berakhir! 2. Dorongan Dari Keluarga dan Orang TerdekatJangan pernah memiliki rasa takut dan minder ketika berada di tengah-tengan orang terdekatmu. Kamu hanya perlu apa adanya kamu. Jangan pula untuk menutup-nutupi fobiamu dari mereka. Selain dorongan dari diri kamu sendiri, dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekatmu juga berperan penting untuk membantu kamu dan lebih termotivasi untuk segera sembuh. Kamu dapat lebih terbuka tentang diri kamu pada mereka. Kamu bisa meminta saran ataupun bantuan tentang apa yang kamu alami saat ini. Barangkali mereka akan segera membantu dan memberikan saran untuk mengatasi fobia kamu. Ayah, Ibu Aku punya rasa takut berlebihan dengan tempat yang tinggi. Sepertinya Aku fobia dengan ketinggian, bu. Apakah ibu dan ayah mau membantuku mengatasi ketakutanku? Ya, dibutuhkan keterbukaan untuk hal ini. Tapi, pasti keluarga dan orang-orang terdekat kamu akan segera membantu dan mengatasi Cari Tahu Sumber KetakutanmuSesuatu pasti memiliki sebab akibat. Begitu juga dengan fobia, cari tahu tentang sebab penyakit fobia yang kamu alami. Apakah sudah kamu alami sedari dulu? Di mana dan pada saat apa pertama kali ketakutanmu itu muncul? Bagaimana awal mula timbulnya rasa ketakutanmu? Nah, mulai saat ini coba kamu membiasakan diri untuk menghadapi hal-hal yang menjadi sumber ketakutan kamu. Jika kamu bisa membiasakan diri, kamu dapat mengontrol perasaan takut kamu. Sedikit mengurangi rasa takut kamu, coba cari hobi yang mampu membuat kamu melupakan sedikit ketakutanmu dan ikut serta dalam mengikuti sebuah komunitas. Hal itu akan membantumu dalam melupakan sedikit rasa Menjalani Terapi FobiaKamu juga bisa mengatasi fobia kamu dengan mengikuti terapi di orang-orang yang biasanya menangani penyakit fobia. Salah satu upaya yang biasa dilakukan oleh konseling dan psikoterapi yaitu dengan melakukan metode hipnosis, seseorang yang mengidap fobia akan dibimbing untuk menemukan penyebab fobianya, kemudian dilakukan pembelajaran ulang atas peristiwa penyebab fobia tersebut. Dengan pemahaman yang baru mengenai peristiwa traumatis tersebut, berangsur-angsur akan BerdoaJIka kamu sudah menjalani terapi tapi masih belum kunjung sembuh. Cobalah untuk menarik nafas dalam dan perlahan-lahan keluarkan. Ingatkan diri kamu bahwa kamu tidak sedang dalam keadaan bahaya. Berdoalah dan meminta agar kecemasan, kegelisahan dan ketakutanmu agar segera berakhir. Tidak ada yang tidak mungkin menurut Tuhan, bukan? Berdoalah, agar ketakutanmu segera kunjung sembuh. Dan buatlah suatu prinsip bahwa tidak ada yang perlu ditakuti selain Tuhan Yang Maha Esa. Berprinsiplah seperti itu ketika menghadapi sesuatu yang kamu takuti. Yakinlah bahwa kamu akan bisa sembuh dari penyakit fobia atau trauma tahu bahwa fobia dapat mengakibatkan efek buruk pada kita, tetapi kita senantiasa harus selalu meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu dilindungi kemanapun kita berada. Jangan pula untuk memiliki rasa takut kepada ciptaannya, melainkan milikilah rasa takut kepada Allah SWT. Demikianlah sedikit paparan mengenai fobia dan cara untuk mengatasinya. Terima kasih, semoga bermanfaat. “ “Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.” ”
Kamu sering merasa takut, bahkan untuk hal-hal yang sebenarnya biasa-biasa saja? Coba terapkan cara menghilangkan rasa takut yang dijelaskan di artikel ini yuk, supaya rasa takut yang kamu alami tidak sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Merasakan takut sebenarnya adalah hal yang normal. Secara alami, rasa takut bisa membantumu mengenali situasi yang berbahaya, sehingga kamu mampu membuat pilihan yang bisa membuat dirimu aman. Namun, adakalanya rasa takut timbul pada momen atau keadaan yang sebenarnya tidak berbahaya, seperti takut membawa anak vaksinasi, takut berbicara, atau takut ke dokter gigi. Ketakutan-ketakutan seperti ini berpotensi menghambat aktivitas dan potensi diri, bahkan membahayakan kesehatan, sehingga perlu diatasi dengan cara yang efektif. Cara Menghilangkan Rasa Takut yang Efektif Saat rasa takut datang, mulai sekarang kamu bisa coba lakukan beberapa cara menghilangkan rasa takut berikut ini 1. Tenangkan diri Timbulnya rasa takut tak jarang disertai dengan serangkaian gejala fisik, seperti dada berdebar, telapak tangan berkeringat, atau pusing. Jika seperti ini, kamu pasti akan kesulitan untuk berpikir jernih. Oleh karena itu, saat rasa takut muncul, coba tarik napas dan embuskan perlahan untuk membantumu lebih tenang, kemudian cobalah alihkan perhatian, misalnya dengan minum secangkir teh, air hangat, memikirkan hal-hal yang menyenangkan, atau ajak ngobrol orang yang ada di dekatmu. Jika rasa takutmu kurang beralasan, yakinkan diri bahwa kamu bisa mengatasinya. Namun, jika rasa takut dipicu oleh sesuatu yang beralasan, misalnya ada orang yang sedang menguntitmu, setelah lebih tenang, pergilah ke tempat yang lebih ramai atau minta bantuan pihak berwajib, ya. 2. Evaluasi rasa takut dengan pengetahuan Terkadang, rasa takut muncul saat kamu kebanjiran informasi yang belum diketahui kebenarannya. Misalnya, banyaknya pemberitaan tentang vaksinasi atau imunisasi yang katanya bisa menyababkan kejang membuatmu jadi takut membawa Si Kecil untuk menjalani imunisasi. Padahal, jika kamu lebih bijak dalam memilah-milih informasi, kamu bisa mengetahui bahwa pemberitaan tentang vaksinasi tersebut tidak benar. Bahkan, risiko terinfeksi penyakit tertentu justru lebih besar jika anak tidak divaksinasi. Nah, kalau sudah mengetahui fakta tersebut, rasa takut untuk membawa Si Kecil menjalani vaksinasi pasti akan berkurang. 3. Hadapi rasa takut Terus-menerus menghindari hal yang kamu takuti, apalagi jika hal itu sebenarnya adalah sesuatu yang wajar dan tidak perlu ditakuti, hanya akan membuatnya terasa semakin menakutkan. Oleh karena itu, belajarlah untuk menghadapi ketakutanmu, supaya lama-kelamaan rasa takut tersebut akan memudar. Sebagai contoh, kalau kamu takut naik eskalator di pusat perbelanjaan, cobalah belajar untuk membiasakan dirimu untuk melakukannya. Kamu bisa melakukannya perlahan, misalnya dengan meminta didampingi oleh orang terdekat terlebih dahulu dan yakinkan dirimu bahwa tidak berbahaya untuk naik eskalator. Jika sudah terbiasa dan merasa lebih aman, belajarlah untuk naik eskalator sendiri. Dengan begitu, kamu akan terbiasa naik eskalator dan rasa takutnya akan hilang. 4. Temukan humor dalam rasa takut Mampu melihat sisi humor dalam ketakutan yang kamu alami juga bisa membantu meringankannya. Kamu bisa coba membuat lelucon terhadap situasi yang membuat kamu takut atau bisa juga dengan menertawakan dirimu sendiri. Hal-hal tersebut dapat mengubah suasana dan emosi yang mengelilingi rasa takutmu, sehingga kemudian membuatnya tidak terasa terlalu mengintimidasi. 5. Cari bantuan profesional Kalau cara-cara di atas tidak ampuh untuk menghilangkan rasa takutmu, mungkin ini sudah saatnya kamu mencari bantuan tenaga profesional, seperti psikolog atau psikiater. Rasa takut yang berlebihan, terlebih pada satu hal atau kondisi yang spesifik bisa menjadi tanda kamu mengalami fobia. Psikolog atau psikiater bisa membantu kamu mempelajari dan mengatasi rasa takut dengan cara yang sehat, biasanya dengan melakukan terapi. Jika diperlukan, psikiater mungkin juga akan melengkapi sesi terapimu dengan pemberian obat-obatan. Di sesi konsultasi tersebut, jangan malu untuk menceritakan seluruh hal yang berkaitan dengan ketakutanmu ya, misalnya apa saja yang kamu rasakan jika berhadapan dengan hal yang membuatmu takut dan dampak apa yang ditimbulkan oleh rasa takut tersebut bagi kehidupanmu.
sebutkan sesuatu yang biasa orang takuti